Social media

Saya bukan pakar sosial media (sosmed) tapi pengamat saja. Belakangan ini banyak selebritis Hollywood yang kebakaran jenggot karena banyak berkoar di twitter atau facebook yang merupakan konsumsi publik sehingga postingan mereka tentunya bisa menimbulkan diskusi yang berlanjut di media massa. Dan ternyata bukan hanya di luar negeri saja, belum lama ini dunia twitter sempat ramai juga dengan perang twitternya salah satu eh salah dua artis di Indonesia.

(gambar nge link dari xing.com)

Internet, kemudian sosmed ini membuat dunia semakin transparan, apa yang kamu tulis tidak bisa ditarik kembali, mulutmu (atau lebih tepatnya, keyboardmu) adalah harimaumu. Belakangan ini saya sering membaca blog/status/notes teman-teman yang mengkritik status-status di sosmed ini yang membuat saya ingin menulis tentang hal ini.

Memang banyak orang yang ‘membuka’ dirinya di sosmed. Sedang marah dengan suami/istri? buat status…. ntar baikan terus dibelikan sesuatu…buat status. Sedang galau, buat status berdoa ke Tuhan…doa dikabulkan …buat status lagi…dan masih banyak lagi. Buat saya pribadi semua status tersebut sah-sah saja, itu akun masing-masing, kalau tidak suka ya di unfriend aja kan gampang hehehehehehe
Belum lama ini saya sempat ngobrol dengan teman baik saya mengenai status-status galau di sosmed. Apakah mereka ini memang galau dari dulu atau menjadi galau karena sosmed? Saya rasa kok sosmed ini hanya media saja untuk mengekspresikan kegalauan. Sebetulnya dulu juga banyak yang galau, saya tahu karena saya sering menjadi tempat curhat berbagai kalangan sejak jaman belum ada internet hehehehe

Setelah tahun baru kemarin dua teman saya bertengkar di facebook mengenai isi status di facebook, karena ya itu tadi salah satu tidak setuju dengan status yang satunya. Sebetulnya mudah, tidak perlu dibaca atau di unfriend saja. Majunya teknologi juga membuat kita bisa memilih media mana yang ingin kita gunakan, kita baca, kita ikuti. Di sisi lain, kita juga tidak boleh marah bila tulisan kita dikritik atau didebat di public. Dengan mem publish tulisanmu itu artinya kamu memang siap untuk menerima komentar, kecuali itu di facebook dengan privacy setting atau di blog dengan setting tanpa komentar.

Pada akhirnya, silahkan memilah sendiri informasi apa yang ingin kita share dengan seluruh dunia. Ingat semua orang bisa mengakses informasi ini, calon pacar, calon mertua calon boss, tetangga, musuh dll. Dan jangan lupa juga dengan melemparkan opini ke dunia maya ini maka harus siap apabila orang yang mempunyai pendapat berbeda mengekspresikan pendapatnya tersebut. Dan juga, tetap jangan lupa etika atau netiquette yang perlu dijaga, terutama privacy orang lain tetap harus dihargai.

Selamat bersosial media 🙂

You may also like...

No Responses

  1. Ayu Bagus-W. says:

    Gek, kalo aku suka nongkrong di toilet sambil baca2 status hahhahaha

  2. Gekmas says:

    Hehehe.. Salah satu penyakit orang Indo yang baru "buka mata" dan kenal dunia internet ya..semua hal dijadiin status, termasuk nongkrong di toilet pun harus seluruh "dunia" tau.. hehehe

  3. This comment has been removed by the author.

  4. hehehehe kayaknya saya tau siapa maksudnya itu hehehe

  5. Hoke says:

    Aku tahu tuh salah satunya siapa yang suka begitu. Memang rada aneh sih kalau seluruh dunia (maya) tahu masalah intim rumah tangga.