Kulit putih itu cantik?

Sebuah fenomena yang saya perhatikan dari jauh adalah perubahan nilai estetika di Indonesia sejak pertengahan/akhir th 90an mengenai warna kulit seperti apa yang dianggap ideal.
Saya masih ingat dulu di iklan Citra (body lotion) kulit ideal adalah kulit berwarna sawo matang atau kuning langsat, sekarang iklan-iklan produk kecantikan menekankan bahwa cantik yang ideal adalah mereka yang berkulit putih.

Tentu saja cantik itu relatif. Tapi sekarang di Indonesia, dengan berkulit putih saja, paling tidak sudah mendekati cantik. Ini hanya hasil pengamatan pribadi saya sendiri loh. Dari komentar orang yang lama tidak bertemu saya biasanya “Ayu, ya ampun gemuk banget kamu sekarang! Tapi kamu putih loh sekarang.” Yang kemudian saya terjemahkan sebagai yah nggak apa-apa lah gemuk tapi putih, nggak parah kerusakannya hahahahahahahaha
Buat Amara, anak perempuan saya yang berumur 10 tahun, masalah kulit putih ini agak membingungkan, karena kulitnya sawo matang. Di Eropa, warna kulitnya ini banyak digilai dan Amara selalu mendapat pujian apalagi di musim panas karena kami sering berjemur sampai warnanya sawo matang banget….eh sesampai di Indonesia justru warna kulit yang digilai di Eropa tidak disukai dan banyak komentar dengan nada heran, “Amara kok item ya?” menyiratkan bahwa berkulit hitam atau coklat adalah jelek.

Gambar diambil dari people.com

(ingin kulit coklat malah jadi orange)

Hal ini saya jadikan pembelajaran untuk Amara bahwa cantik itu relatif dan bahwa rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Di Eropa kulit sawo matang itu cantik, sehat, prestige. Kenapa prestige? Ya artinya ada duit untuk berlibur dan berjemur di pantai, untuk perawatan atau ke tanning studio atau beli produk-produk kulit agar menjadi berwarna karena kulit putih pucat justru kurang disukai. Di Indonesia, kurang lebih sama hanya bedanya warna kulit yang lebih prestigeitu warna putih. Bahkan belum lama ini saya liat ada lowongan pekerjaan di salah satu provider selular di Jogja syaratnya adalah sebagai berikut: wanita, tinggi min 160cm, putih, dsb dsb. Kalau di luar negeri itu sudah masuk kategori rasis sebetulnya. Tapi mungkin provider tersebut ingin jaga nama dengan menampilkan customer service yang putih, karena putih itu cantik, putih itu prestige.

Buat saya sendiri sih, kulit yang cantik adalah kulit yang bersih dan sehat… mau putih atau coklat yang penting bersih dan sehat. Jadi, apakah berkulit putih itu pasti cantik?

You may also like...

No Responses

  1. cerita.ubud says:

    Kulit saya makin lama makin hitam. Untungnya ibu saya yang dulu-dulu protes sekarang malah bilang, "Nggak apa2, Agnes Monica saja kulitnya sengaja dihitamkan," hehehe. Kulit gelap itu prestise! Cuma orang yang sanggup bayar liburan mahal untuk leyeh2 di pantai yang sanggup punya kulit coklat. Kulit putih artinya diam di kantor terus, nggak mampu jalan-jalan, hahaha *menghibur diri*

    cerita-ubud.blogspot.com

  2. Ayu Bagus-W. says:

    na ya…kadang kan orang liat luarnya dulu, isinya belakangan hehehehe thanks ya udah berkunjung 🙂

  3. Episode Diri says:

    yupp…kulite putih tp kalo ngomongnya jorok gimana? bahasanya menyakiti? apa ya tetep cantik y? 🙂