CLBK

CLBK buat saya artinya Cinta Lama Belum Kelar, bukan Cinta Lama Bersemi Kembali seperti yg sering dibilang orang.
Kenapa? Biasanya yg lama dan sudah dibuang (sudah diputus karena tidak cocok) dulu susah untuk bersemi lagi, tapi kalau memang belum tuntas alias belum kelar…nah ini dia….

Biasanya yg CLBK (menurut pengamatan saya) ini adalah mereka yang dulunya saling naksir tapi tidak berani menyatakan, atau kalah cepat sama teman sekost…. atau terpaksa putus karena beda agama atau status…

Banyak orang menyalahkan Facebook atau blackberry sebagai penyebab CLBK. Kata saya sih sebetulnya itu semua hanyalah sarana saja. Pada dasarnya kita sendiri yang penasaran dengan CLBK-CLBK tersebut makanya terus meng add di facebook atau Blackberry.

Sekarang tentunya sudah jauh lebih percaya diri dibanding dulu, jadi sudah berani menyapa, mengobrol dan tentunya batasan-batasan seperti agama dan status sosial yang dulu jadi pemisah sekarang menjadi tidak penting. Di sinilah cinta yang belum tuntas dulu menjadi berkembang minta dituntaskan. Sayangnya tentu saja sekarang rata-rata sudah menikah, sehingga cinta yang belum kelar ini menjadi semakin susah dikelarkan….membuat semakin penasaran, membuat rasa ‘cinta’ semakin besar, mengalahkan cinta yang sudah ada di rumah.

Dan bukankah biasanya apa yang tidak bisa dimiliki selalu tampak lebih indah daripada apa yang sudah dimiliki di rumah.Jadi, bagaimana solusinya? Kalau ada yang tau silahkan tulis di komentar di bawah ini ya hehehehehe

Saya menulis tentang CLBK ini karena banyak mendapat cerita curahan hati beberapa teman… saya rasa, mungkin karena jenuh…berpaling ke gebetan jaman masih muda dulu rasanya asik, karena mengenang lagi kenaifan jaman dulu…jaman masih muda, jaman belum banyak masalah, belum banyak beban….tetapi apakah kalau kemudian hubungan yang penuh nostalgi masa muda ini dikembangkan menjadi hubungan masa kini akan lebih baik daripada hubungan yang sudah dimiliki saat ini? Hanya waktu yang bisa menjawab. Bagaimana menurutmu?

You may also like...

No Responses

  1. Ayu Bagus-W. says:

    wakakakakak Rurit 😛
    CLBK itu ya CLBK endingnya penuh misteri bisa baik bisa jelek. Itupun tergantung dari yang melihat, bisa baik buat yang sedang dimabuk cinta tapi pait buat pasangan yg ditinggalkan (bila ada) hehehehehe
    Semua selalu tergantung kacamata yang melihat, IMHO yaaaaaaa thanks buat diskusinya… 🙂

  2. "Tapi CLBK jadi berbahaya kalau salah satu atau dua2nya sudah menikah….. ini yang saya ngga setuju, apapun alasannya, mau keluarga harmonis atau tidak itu bukan alasan melegalkan CLBK, hehehehehhe " kata judith.

    Semoga seumur hidup kamu ndak mengalami ini ya. Kalau pas mengalami ini, inget aja tulisanmu ini. Hehehehe. Roda berputar. Kita ndak pernah tahu apa yang terjadi ke depan, kan?

    Ayu: CLBK – ku berakhir happy ending tuh. Tanpa nafsu, tanpa seks, tanpa ribut-ribut. Yang ada si dia-nya jadi makin baik. masih berhubungan baik. Masih kontak-kontak sampai sekarang. CLBK ndak melulu selalu jelek dan berakhir dengan tidur kok. Menyemangati satu sama lain.

    kalau CLBK terlarang yang dampaknya membuat orang lain jadi insaf, karena itu memang catatan takdirnya, emang salah ya/ Berbahaya ya? nggak tuh menurutku. #yang pernah CLBK ama lelaki ganteng yang milik orang hehehe.

  3. Ayu Bagus-W. says:

    nah itu dia…makanya saya bilang CLBK bila dikembangkan belum tentu indah…. cuman namanya manusia emosi dan nafsu biasanya lebih kuat daripada logika hehehehe

  4. Seru nih topiknya, meski telat yak komennya hihihihi

    Saya sering dpt curhatan teman tentang topik ini.
    Alasan mereka untuk CLBK, rata-rata sama : penasaran. Tapi emang sih, yang penasaran-penasaran itu yang bikin greng. Contoh aja bedanya orang pacaran, pengantin baru dan pasangan yang udah lama nikah, let say 5th keatas. Rasanya pasti lain. Nah itu yang sering jadi alasan.
    Setuju sama Ayu, rumput tetangga pasti lebih hijau, :p

    Sebenernya sih ya, kalau keadaannya masih sama-sama sendiri it's OK. Kalau udah punya pacar, selama itu blom terlalu serius yah, mungkin masih boleh lah, kan ada pepatah selama janur kuning belum melengkung… hehehehehe.
    Tapi CLBK jadi berbahaya kalau salah satu atau dua2nya sudah menikah….. ini yang saya ngga setuju, apapun alasannya, mau keluarga harmonis atau tidak itu bukan alasan melegalkan CLBK, hehehehehhe
    Kalau mantan gebetan atau pacar kita sudah menikah, meski penasaran dihati belum tuntas, hendaknya hormati pernikahan mereka dan melipir saja….. toh jodoh gak lari kemana kan???? :p

  5. bernada says:

    hemmmm…setuju…CLBK memang lebih cocok kalau kepanjangan dari Cinta Lama Belum Kelar. soalnya kalau yang lama sudah kelar tidak akan bermekaran lagi kan? 🙂

    Memang sejak teknologi dalam genggaman kita menjadi mudah terhubung dengan siapapun dan dimanapun. jarak, ruang,dan waktu tak menjadi kendala lagi.

    jejaring sosial seperti facebook, blackberry, twitter memungkinkan kita mengintip si dia. Thus, yang disalahkan teknologinya. Teknologi memang punya peranan, tetapi keputusan kita lah mutlak menentukan jalan atau tidaknya CLBK. jadi kalau teknlogi yang disalahkan…ah itu mah mencari kambing hitam hehehe.

    CLBK itu motifnya macem-macem. ada yang karena bosen dengan pasangannya, tengah bermasalah dengan pasangannya atau karena iseng aja, mencari variasi. secara umum, nggak mungkin kan CLBK akan terjadi kalau dua pasangan baik-baik saja. Kalau iya…wahhh ndak waras tuh. sudah takdir jadi orang "gatel".

    So…ketika pasangan clbk kita sudah baik-baik saja dengan pasangan mereka, bisa dipastikan CLBK akan bubar. gigit jari deh pasangan yang ngarep buat seterusnya. (Biasanya cewek lebih serius menganggap hub clbk).

    so…kalau kita berhadapan dengan CLBK…yah buat fun aja deh…mungkin sesekali kita juga perlu warna dalam hidup. soal batasannya…ya monggo saja…tiap orang punya hal yang berbeda-beda menyikapinya.

    hanya sedikit orang yang beruntung CLBK akan lanjut ke jenjang pernikahan. sisanya…ya gigit jari deh…